Tempat Wisata | Tempat Menginap | Tempat Makan | Peta Borobudur
Hotel Murah | Hotel Melati | Hotel Bintang | Akomodasi Lain
Borobudur / Wisata Borobudur / Museum / Museum Kapal Samudraraksa

MUSEUM KAPAL SAMUDRARAKSA - Persinggahan Terakhir Kapal Borobudur

Museum Kapal Samudraraksa Museum Kapal Samudraraksa Museum Kapal Samudraraksa Museum Kapal Samudraraksa

Lihat foto lainnya (8 foto)

MUSEUM KAPAL SAMUDRARAKSA

Alamat: Taman Wisata Candi Borobudur, Jl. Badrawati, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah 56553 Indonesia
Phone: (0293) 788 266
 
Koordinat GPS: S736'18.4" E11012'11.8" (lihat peta)

Museum Kapal Samudraraksa merupakan satu dari dua museum yang ada di kawasan Candi Borobudur. Museum ini menjadi persinggahan terakhir Kapal Samudraraksa atau Kapal Borobudur yang telah mengarungi samudra selama 7,5 bulan.

MUSEUM KAPAL SAMUDRARAKSA
Persinggahan Terakhir Kapal Borobudur

Nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

Lagu anak-anak berjudul "Nenek Moyangku Orang Pelaut" karangan Ibu Sud nampaknya bukan sekadar isapan jempol belaka. Sejak abad ke-8, para pelaut dari Kerajaan Mataram Kuno telah menjadi petualang yang ulung dan tangguh. Hal itu bisa dibuktikan dari adanya 10 relief kapal yang terpahat di dinding Candi Borobudur. Tak hanya itu, jauh sebelum bangsa Eropa berlayar mengarungi samudra dan menemukan benua Amerika, pelaut-pelaut Jawa telah berlayar hingga benua Afrika. Bahkan saat pelaut Portugis tiba di Afrika pada pertengahan abad ke-16, orang Jawa telah lebih dulu berlayar sampai Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar.

Pada tahun 1982, seorang mantan Angkatan Laut Inggris bernama Phillipe Beale berkunjung ke Candi Borobudur dan terpesona dengan salah satu relief kapal yang terpahat di dinding candi. Keindahan relief kapal tersebut membuatnya tertarik untuk menciptakan kapal serupa guna melakukan ekspedisi dengan jalur yang ditempuh oleh para pelaut jaman dulu.

Rekonstruksi kapal pun dilakukan. As'ad Abdullah yang bertempat tinggal di Pulau Pagerungan Kecil, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ditunjuk menjadi pembuat perahu. Dengan menerapkan teknologi tradisional, kapal berukuran panjang 18,29 meter, lebar 4,50 meter, dan tinggi 2,25 meter ini berhasil tercipta. Tidak hanya sederhana dalam teknologi pembuatan, materi yang digunakan untuk membuat kapal pun semuanya berasal dari bahan sederhana. Badan kapal terbuat dari kayu ulin, cadik dari bambu, layar dari karung beras, dan tali kapal dari serat nanas serta ijuk. Kapal ini kemudian diberi nama Kapal Samudraraksa yang berarti pelindung lautan.

Ekspedisi menapaki kembali perjalanan penjelajahan bahari abad ke-8 melalui jalur kayu manis atau The Cinnamon Route pun dimulai. Kapal tanpa mesin yang dilengkapi dengan 2 layar tanjak, 2 kemudi, dan cadik ganda ini mengarungi samudra dengan rute Jakarta - Madagaskar - Cape town - Ghana. Setelah berbulan-bulan berlayar di lautan lepas dan hampir tenggelam saat berada di perairan Somalia, Kapal Samudraraksa berhasil merapat di Pelabuhan Tema, Accra, Ghana pada 23 Februari 2004. Kemudian kapal tersebut dibawa kembali ke Indonesia dan ditempatkan di Museum Kapal Samudraraksa, Borobubur.

Seperti relief kapal yang terukir dengan indah di dinding Candi Borobudur, Kapal Samudraraksa berdiri dengan indah dan kokoh di ruang utama museum. Benda-benda yang digunakan pada saat pelayaran seperti peralatan memasak, buku, kaset, CD dan peralatan lain juga turut dipamerkan. Tak hanya itu, dokumentasi sejak proses pembuatan kapal, pelayaran, hingga pengiriman kapal kembali ke Indonesia dan pemasangannya di Museum Samudraraksa juga menghiasi dinding museum.

Tak hanya puas mengelilingi museum dan menyaksikan kapal dari depan, YogYES pun memutuskan untuk naik ke atas kapal guna merasakan langsung aroma keberanian dan ketangguhan para awak kapal ketika mengarungi bahari. Saat berdiri di anjungan, yang terlintas di benak hanyalah perasaan bangga dan kagum akan kehebatan para pelaut dalam petualangannya mengarungi samudra menggunakan kapal yang kecil dan sangat sederhana.

Jam buka:
Senin - Minggu, pk 06.00 - 17.00 WIB

Tiket naik kapal:
Rp. 100.000 / orang